TMMD

Menjamurnya Pembeli di Warung Bu Marni: Dampak Langsung TMMD Reguler ke-129

SUKOHARJO – Warung Bu Marni di Dusun Jengkangan, Desa Parangjoro mengalami lonjakan pelanggan sejak TMMD Reguler ke-129 digelar; perubahan itu nyata terasa meski bukan pada aspek fisik.

Soto, nasi rawon, nasi rames dan pilihan minuman disediakan untuk pelanggan. Anggota Satgas acap kali datang pada pagi hari untuk sarapan atau membeli bekal sebelum bekerja. Pada waktu istirahat, warga dan pekerja juga mampir membeli minuman.

Perempuan 57 tahun ini menyatakan situasi berbeda dari sebelumnya. “Dulu warung saya sepi. Paling yang beli warga sekitar saja. Sejak ada Bapak TNI TMMD, dari pagi sampai sore rame terus,” ujarnya.

Pada Minggu (9/8/2026), aktivitas di warung kembali menjadi bagian rutinitas saat TMMD berjalan. Bu Marni menyebut omzet dagangannya meningkat hingga 50 persen. Ia juga menyiapkan konsumsi bagi para pekerja yang membutuhkan makanan selama kegiatan berlangsung.

Praka Rizky, anggota Satgas, menyampaikan bahwa warung itu dipilih karena masakannya sesuai selera dan harganya terjangkau. “Masakannya enak, harganya murah, orangnya ramah. Jadi semangat kerja kami tambah,” katanya.

Kepala Desa Parangjoro Hardiman S.H. menilai fenomena ini sebagai efek lanjutan dari meningkatnya aktivitas di desa. Menurutnya, bukan hanya pembangunan yang bergerak, tetapi usaha warga seperti warung makan juga mendapat peluang menambah pelanggan.

Bagi Bu Marni, kehadiran TMMD meninggalkan cerita sederhana namun berarti: pembangunan yang dikerjakan di sekitar tempat tinggalnya membuka peluang bagi warung kecilnya untuk tumbuh. Setelah kegiatan selesai, pengalaman itu menjadi modal bahwa usaha warga juga dapat ikut berkembang ketika aktivitas desa meningkat.(Red/Ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *